Tag Archives: manajemen bbl

Asuhan Bayi Baru Lahir dan Neonatus

Standard

 

  1. A.      Asuhan Bayi Baru Lahir dan Neonatus

Kompetensi ke-6 :       Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komperhensif pada bayi baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.

 

  1. Pengetahuan Dasar
    1. Adaptasi bayi baru lahir terhadap kehidupan di luar uterus.
    2. Kebutuhan dasar bayi baru lahir: kebersihan jalan napas, perawatan tali pusat, kehangatan, nutrisi, “bonding & attachment”.
    3. Indikator pengkajian bayi baru lahir, misalnya dari APGAR.
    4. Penampilan dan perilaku bayi baru lahir.
    5. Tumbuh kembang yang normal pada bayi baru lahir selama 1 bulan.
    6. Memberikan immunisasi pada bayi.
    7. Masalah yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: caput, molding, mongolian spot, hemangioma.
    8. Komplikasi yang lazim terjadi pada bayi baru lahir normal seperti: hypoglikemia, hypotermi, dehidrasi, diare dan infeksi, ikterus.
    9. Promosi kesehatan dan pencegahan penyakit pada bayi baru lahir sampai 1 bulan.
    10. Keuntungan dan resiko immunisasi pada bayi.
    11. Pertumbuhan dan perkembangan bayi premature.
    12. Komplikasi tertentu pada bayi baru lahir, seperti trauma intra-cranial, fraktur klavikula, kematian mendadak, hematoma.
  1. Keterampilan Dasar
    1. Membersihkan jalan nafas dan memelihara kelancaran pernafasan, dan merawat tali pusat.
    2. Menjaga kehangatan dan menghindari panas yang berlebihan.
    3. Menilai segera bayi baru lahir seperti nilai APGAR.
    4. Membersihkan badan bayi dan memberikan identitas.
    5. Melakukan pemeriksaan fisik yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan adanya tanda kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang tidak memungkinkan untuk hidup.
    6. Mengatur posisi bayi pada waktu menyusu.
    7. Memberikan immunisasi pada bayi.
    8. Mengajarkan pada orang tua tentang tanda-tanda bahaya dan kapan harus membawa bayi untuk minta pertolongan medik.
    9. Melakukan tindakan pertolongan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, seperti: kesulitan bernafas/asphyksia, hypotermia, hypoglycemi.
    10. Memindahkan secara aman bayi baru lahir ke fasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.
    11. Mendokumentasikan temuan-temuan dan intervensi yang dilakukan.

 

  1. Keterampilan Tambahan
    1. Melakukan penilaian masa gestasi.
    2. Mengajarkan pada orang tua tentang pertumbuhan dan perkembangan bayi yang normal dan asuhannya.
    3. Membantu orang tua dan keluarga untuk memperoleh sumber daya yang tersedia di masyarakat.
    4. Memberikan dukungan kepada orang tua selama masa berduka cita sebagai akibat bayi dengan cacat bawaan, keguguran, atau kematian bayi.
    5. Memberikan dukungan kepada orang tua selama bayinya dalam perjalanan rujukan diakibatkan ke fasilitas perawatan kegawatdaruratan.
    6. Memberikan dukungan kepada orang tua dengan kelahiran ganda.

 

  1. B.     Jadwal Kunjungan
  2. Kunjungan I pada hari pertama sampai hari ketujuh (sejak enam jam setelah lahir sampai tujuh hari)
    1. Setelah enam jam dari kelahiran bidan melanjutkan pengamatan terhadap pernapasan, warna, tingkat aktivitas, suhu tubuh, dan perawatan untuk setiap penyulit yang muncul. Bidan melakukan pemeriksaan fisik yang lebih lengkap. Rujuk ke dokter bila tampak tanda bahaya dan penyulit. Jika bayi sudah cukup hangat (minimal 36,5 0 C) bidan memandikan bayi dan melakukan perawatan tali pusat. Bidan juga mengajarkan tanda bahaya kepada ibu agar segera membawa bayinya ke tim medis bila timbul tanda bahaya. Selanjutnya bidan mengajarkan cara menyusui dan merawat bayi mereka.
    2. Pada minggu pertama (sampai hari ke-7) bidan menanyakann keseluruhan keadaan kesehatan bayi, masalah-masalah yang dialami terutama dalam proses menyusui, apakah ada orang lain di rumahnya atau di sekitarnya yang dapat membantu ibu.  Bidan mengamati keadaan dan kebersihan rumah ibu, persediaan makanan dan air, amati keadaaan suasana ibu dan bagaimana cara ibu berinteraksi dengan bayinya. Pada kunjungan ini bidan juga melakukan pemeriksaan fisik pada bayi. Jika bayi tidak aktif, menyusu tidak baik, atau tampak kelainan lain, rujuk bayi pada dokter atau klinik untuk perawatan selanjutnya.
    3. Kunjungan II pada hari kedelapan sampai hari kedua puluh delapan (hari ke-8 sampai hari ke-28)

 

  1. Managemen Bayi Baru Lahir dan Neonatus

Pelayanan kesehatan yang komprehensif bagi bayi baru lahir yaitu diselenggarakan dengan mengikuti hal-hal sebagai berikut:

  1. Selama kehamilan ibu hamil harus memeriksakan kehamilan minimal empat kali di fasilitas pelayanan kesehatan, agar pertumbuhan dan perkembangan janin dapat terpantau dan bayi lahir selamat dan sehat.

Tanda-tanda bayi lahir sehat:

  1. Berat badan bayi 2500-4000 gram
  2. Umur kehamilan 37-40 minggu
  3. Bayi segera menangis
  4. Bayi segera menangis
  5. Bergerak aktif, kulit kemerahan
  6. Mengisap ASI dengan baik
  7. Tidak ada cacat bawaan
  8. Tatalaksana Bayi Baru Lahir

Tatalaksana bayi baru lahir meliputi:

  1. Asuhan bayi baru lahir pada 0 – 6 jam:

1)      Asuhan bayi baru lahir normal, dilaksanakan segera setelah lahir, dan diletakkan di dekat ibunya dalam ruangan yang sama

2)      Asuhan bayi baru lahir dengan komplikasi dilaksanakan satu ruangan dengan ibunya atau di ruangan khusus

3)      Pada proses persalinan, ibu dapat didampingi suami

  1. Asuhan bayi baru lahir pada 6 jam sampai 28 hari:

1)      Pemeriksaan neonatus pada periode ini dapat dilaksanakan di puskesmas atau pustu atau polindes atau  poskesdes dan atau melalui kunjungan rumah oleh tenaga kesehatan

2)      Pemeriksaan neonatus dilaksanakan di dekat ibu, bayi didampingi ibu atau keluarga pada saat diperiksa atau diberikan pelayanan kesehatan

 

  1. Jenis Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
    1. Asuhan bayi baru lahir

Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir mengacu pada pedoman Asuhan Persalinan Normal yang tersedia di puskesmas, pemberi layanan asuhan bayi baru lahir dapat dilaksanakan oleh dokter, bidan atau perawat. Pelaksanaan asuhan bayi baru lahir dilaksanakan dalam ruangan yang sama dengan ibunya atau rawat gabung (ibu dan bayi dirawat dalam satu kamar, bayi berada dalam jangkauan ibu selama 24 jam).

Asuhan bayi baru lahir meliputi:

1)      Pencegahan infeksi (PI)

2)      Penilaian awal untuk memutuskan resusitasi pada bayi

3)      Pemotongan dan perawatan tali pusat

4)      Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

5)      Pencegahan kehilangan panas melalui tunda mandi selama 6 jam, kontak kulit bayi dan ibu serta menyelimuti kepala dan tubuh bayi

6)       Pencegahan perdarahan melalui penyuntikan vitamin K1 dosis tunggal di paha kiri

7)       Pemberian imunisasi Hepatitis B (HB 0) dosis tunggal di paha kanan

8)      Pencegahan infeksi mata melalui pemberian salep mata antibiotika dosis tunggal

9)      Pemeriksaan bayi baru lahir

10)  Pemberian ASI eksklusif

 

  1. Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Setelah bayi lahir dan tali pusat dipotong, segera letakkan bayi tengkurap di dada ibu, kulit bayi kontak dengan kulit ibu untuk melaksanakan proses IMD.

Langkah IMD pada persalinan normal (partus spontan):

  1. Suami atau keluarga dianjurkan mendampingi ibu di kamar bersalin
  2. Bayi lahir segera dikeringkan kecuali tangannya, tanpa menghilangkan vernix, kemudian tali pusat diikat.
  3. Bila bayi tidak memerlukan resusitasi, bayi ditengkurapkan di dada ibu dengan KULIT bayi MELEKAT pada KULIT ibu dan mata bayi setinggi puting susu ibu. Keduanya diselimuti dan bayi diberi topi.
  4. Ibu dianjurkan merangsang bayi dengan sentuhan, dan biarkan bayi sendiri mencari puting susu ibu.
  5. Ibu didukung dan dibantu tenaga kesehatan mengenali perilaku bayi sebelum menyusu.
  6. Biarkan KULIT bayi bersentuhan dengan KULIT ibu minimal selama SATU JAM; bila menyusu awal terjadi sebelum 1 jam, biarkan bayi tetap di dada ibu sampai 1 jam
  7. Jika bayi belum mendapatkan putting susu ibu dalam 1 jam posisikan bayi lebih dekat dengan puting susu ibu, dan biarkan kontak kulit bayi dengan kulit ibu selama 30 MENIT atau 1 JAM berikutnya.

 

  1. Pelaksanaan penimbangan, penyuntikan vitamin K1, salep mata dan imunisasi Hepatitis B (HB 0)

Pemberian layanan kesehatan tersebut dilaksanakan pada periode setelah IMD sampai 2-3 jam setelah lahir, dan dilaksanakan di kamar bersalin oleh dokter, bidan atau perawat.

  1. Semua BBL harus diberi penyuntikan vitamin K1 (Phytomenadione) 1 mg intramuskuler di paha kiri, untuk mencegah perdarahan BBL akibat defisiensi vitamin K yang dapat dialami oleh sebagian BBL.
  2. Salep atau tetes mata diberikan untuk pencegahan infeksi mata (Oxytetrasiklin 1%).
  3. Imunisasi Hepatitis B diberikan 1-2 jam di paha kanan setelah penyuntikan Vitamin K1 yang bertujuan untuk mencegah penularan Hepatitis B melalui jalur ibu ke bayi yang dapat menimbulkan kerusakan hati.
  4. Pemeriksaan Bayi Baru Lahir

Pemeriksaan BBL bertujuan untuk mengetahui sedini mungkin kelainan pada bayi. Risiko terbesar kematian BBL terjadi pada 24 jam pertama kehidupan, sehingga jika bayi lahir di fasilitas kesehatan sangat dianjurkan untuk tetap tinggal di fasilitas kesehatan selama 24 jam pertama. Pemeriksaan bayi baru lahir dilaksanakan di ruangan yang sama dengan ibunya, oleh dokter/ bidan/ perawat. Jika pemeriksaan dilakukan di rumah, ibu atau keluarga dapat mendampingi tenaga kesehatan yang memeriksa.

Waktu pemeriksaan bayi baru lahir:

Bayi lahir di fasilitas kesehatan Bayi lahir di rumah
Baru lahir sebelum usia 6 jam Baru lahir sebelum usia 6 jam
Usia 6-48 jam Usia 6-48 jam
Usia 3-7 hari Usia 3-7 hari
Minggu ke 2 pasca lahir Minggu ke 2 pasca lahir

 

Langkah langkah pemeriksaan:

  1. Pemeriksaan dilakukan dalam keadaan bayi tenang (tidak menangis).
  2. Pemeriksaan tidak harus berurutan, dahulukan menilai pernapasan dan tarikan dinding dada bawah, denyut jantung serta perut.
  3. Selalu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir sebelum dan sesudah memegang bayi.

 

  1. Kunjungan Neonatal

Adalah pelayanan kesehatan kepada neonatus sedikitnya 3 kali yaitu:

  1. Kunjungan neonatal I (KN1) pada 6 jam sampai dengan 48 jam setelah lahir
  2. Kunjungan neonatal II (KN2) pada hari ke 3 s/d 7 hari
  3. Kunjungan neonatal III (KN3) pada hari ke 8 – 28 hari

 

  1. Pencatatan dan Pelaporan

Hasil pemeriksaan dan tindakan tenaga kesehatan harus dicatat pada:

  1. Buku KIA (buku kesehatan ibu dan anak)

1)          Pencatatan pada ibu meliputi keadaan saat hamil, bersalin dan nifas

2)          Pencatatan pada bayi meliputi identitas bayi, keterangan lahir, imunisasi, pemeriksaan neonatus, catatan penyakit, dan masalah perkembangan serta KMS

  1. Formulir Bayi Baru Lahir

1)        Pencatatan per individu bayi baru lahir, selain partograph

2)        Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan

  1. Formulir pencatatan bayi muda (MTBM)

1)      Pencatatan per individu bayi

2)      Dipergunakan untuk mencatat hasil kunjungan neonatal yang merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas

  1. Register kohort bayi

1)   Pencatatan sekelompok bayi di suatu wilayah kerja puskesmas

2)   Catatan ini merupakan dokumen tenaga kesehatan puskesmas

 

  1. Fasilitas

Peralatan yang diperlukan dalam melaksanakan asuhan bayi baru lahir harus tersedia dalam satu ruangan dengan ibu, meliputi:

Tempat (meja) resusitasi bayi, diletakkan di dekat tempat ibu bersalin

  1. Infant warmer atau dapat digunakan juga lampu pijar 60 watt dipasang sedemikian rupa dengan jarak 60 cm dari bayi yang berfungsi untuk penerangan dan memberikan kehangatan di atas tempat resusitasi
  2. Alat resusitasi (balon sungkup) bayi baru lahir
  3. Air bersih, sabun dan handuk bersih dan kering
  4. Sarung tangan bersih
  5. Kain bersih dan hangat
  6. Stetoskop infant dan dewasa
  7. Stop watch atau jam dengan jarum detik
  8. Termometer
  9. Timbangan bayi
  10. Pengukur panjang bayi
  11. Pengukur lingkar kepala 30
  12. Alat suntik sekali pakai (disposible syringe) ukuran 1 ml/cc
  13. Senter
  14. Vitamin K1 (phytomenadione) ampul
  15. Salep mata Oxytetrasiklin 1%
  16. Vaksin Hepatitis B (HB) 0
  17. Form pencatatan (Buku KIA, Formulir BBL, Formulir register kohort bayi)

Peralatan yang diperlukan untuk pemeriksaan kunjungan neonatal

meliputi:

  1. Tempat periksa bayi
  2. Lampu yang berfungsi untuk penerangan dan memberikan kehangatan.
  3. Air bersih, sabun dan handuk kering
  4. Sarung tangan bersih
  5. Kain bersih
  6. Stetoskop
  7. Stop watch atau jam dengan jarum detik
  8. Termometer
  9. Timbangan bayi
  10. Pengukur panjang bayi
  11. Pengukur lingkar kepala
  12. Alat suntik sekali pakai (disposable syringe) ukuran 1
  13. ml/cc
  14. Vitamin K1 (phytomenadione) ampul
  15. Salep mata Oxytetrasiklin 1%
  16. Vaksin Hepatitis B (HB 0)
  17. Form pencatatan (Buku KIA, Formulir bayi baru lahir, formulir MTBM, Partograf, Formulir register kohort bayi)