Posisi Oksiput Posterio Persisten dan Infeksi Persalinan

Standard

POSISI OKSIPUT POSTERIO PERSISTEN
A. PENGERTIAN
Pada persalinan letak belakang kepala, dimana tidak memutarnya ubunubun
kecil ke arah jam 12, namun tetap berada di belakang yaitu pada arah jam 6.
B. SEBAB ATAU MEKANISME
1. Sering dijumpai pada panggul anthropoid, endroid dan kesempitan
midpelvis
2. Letak punggung janin dorsoposterior
3. Putar paksi salah satu tidak berlangsung, pada:
a. Perut gantung
b. Janin kecil atau janin mati
c. Arkus pubis sangat luas
d. Dolichocephali
e. Panggul sempit
C. TANDA DAN GEJALA
UUK pada pemeriksaan dalam teraba di belakang, putar paksi terhalang atau
tidak terjadi.
D. PENANGANAN
Pada posisi oksiput posterior persistens masih ada kemungkinan janin lahir
spontan yaitu ubunubun
besar berada di bawah simpisis, terjadi hiperfleksi
untuk melahirkan belakang kepala melewati perineum, kemudian menjadi
defleksi untuk melahirkan muka di bawah simpisis.
Pada pimpinan persalinan:
1. Sabar menunggu, karena ada harapan UUK akan memutar ke depan dan
janin akan lahir spontan.
2. Ibu berbaring miring ke arah punggung janin.
3. Bila ada indikasi dan syarat telah terpenuhi, dilakukan ekstraksi forsep,
ada 2 cara:
a. menurut Scanzoni
b. menarik saja dengan UUK di belakang

INFEKSI DALAM PERSALIANAN
A. PENGERTIAN
Infeksi intrauterine (korioamnionitis, infeksi intraannion,amnionitis)
merupakan infeksi akut pada cairan ketuban, janin dan selaput korioamnion
yang disebabkan oleh bakteri.
Sekitar 25% infeksi intrauterine disebabkan oleh ketuban pecah dini. Makin
lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula resiko
morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. Vagina merupakan medium kultur
yang sangat baik bagi flora vagina, perubahan suasana vagina selama
kehamilan, menyebabkan turunnya pertahanan alamiah terhadap infeksi
B. SEBAB ATAU MEKANISME
Pada umumnya infeksi intra uterin merupakan infeksi yang menjalar ke atas
setelah ketuban pecah. Bakteri yang potensial pathogen (anaerob, aerob)
masuk ke dalam air ketuban, diantaranya ialah
1. Streptokoki golongan B
2. Aserikia koli
3. Streptokoki anaerob
4. Spesies bakteroides.
Air ketuban mengandung imonoglobulin yang dapat menghambat
pertumbuhan bakteri di rongga amnion.
Apabila terjadi korioamnionitis, janin terinfeksi akibat menelan atau aspirasi
air ketuban terutama pada kondisi gawat janin. Oleh sebab itu, sebagian besar
pneumonia neonatorum dini atau sepsis, terjadi intra uterin (terutama dengan
ibu yang malnutrisi).
C. TANDA DAN GEJALA
1. Nadi cepat (110 kali/menit atau lebih
2. Temperatur tubuh diatas 38oC
3. Kedinginan
4. Cairan vagina yang berbau busuk
D. PENANGANAN
1. Baringkan miring ke kiri
2. Pasang infus dengan menggunakan jarum besar (ukuran 16 atau 18) dan
diberikan RL atau NS 125 cc/ jam
3. Berikan ampisilin 2gr atau amoksisilin 2gr per oral
4. Segera rujuk ke fasilitas yang memiliki kemampuan asuhan
kegawatdaruratan obstetric
5. Dampingi ibu ke tempat rujukan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s